Posts Tagged ‘family’

Thursday, January 28th, 2010

memulai kembali sesuatu yang dulu pernah ada dalam kehidupan sehari-hari kita, terasa lebih ‘berat’ jika dibandingkan dengan memulai sesuatu hal yang benar-benar baru. (’berat’: susah, janggal, aneh, harus dibiasakan kembali berulang-ulang). Seperti kondisiku saat ini, dimana aku berusaha untuk kembali pada ’shantiadewi’(:menulis dan blog) ku yang sudah hampir satu tahun kutinggalkan.

dengan tingkat mobilitas, dan fasilitas yang semakin minim, dulu ada laptop kecil yang bisa aku bawa kemana aja aku mau, fasilitas dikantor yang terbuka lebar, waktu yang banyak bisa kugunakan untuk terus berkutat didepan dunia maya ini :) (hahahahahha….pastillah banyak alasan yang selalu digunakan untuk menghindari kata ‘pemalas’ dan ‘angot-angotan’). tapi kesemuanya ini mungkin bisa dibilang lebih tepatnya terhenti karena inspirasi dan keinginan bersama ’shantiadewi’ yang lumayan turun drastis dalam kurun waktu satu tahun ini dikarenakan banyak hal yang telah menjadi pilihanku seperti apa yang telah kuungkapkan pada post sebelumnya (read:…back to…).

awalnya adalah ;

pada 13 Maret 2009 alhamdulillah pernikahanku dengan seorang lelaki yang telah dikirimkan Allah SWT dan  dipercaya untuk mendapatkan limpahan amanah orangtua’ku terjadi. Dengan pertemuan, awal cerita perkenalan dan proses persiapan yang sangat singkat, alhamdulillah pernikahan kami berjalan dengan lancar.  Bertemu pada bulan november 2008 akhir, ketemu 3 kali makan siang itupun dengan kondisi dan suasana rame (serombongan), akhirnya pada awal desember lelakiku meminangku. dan dengan singkat cerita melalui proses ta’aruf dan sholat malam, dan dengan keyakinan insya Allah inillah lelaki yang telah dikirimkan Allah SWT kepadaku, akhirnya proses yang tadinya diniatkan untuk perkenalan keluarga 8 desember 2009, di gunakan tanpa ragu sedikitpun oleh lelakiku untuk langsung meminangku dihadapan keluarga besar kami. ditengah keterkejutan keluarga besar kami, dan linangan air mata yang tiba-tiba menetes dari mataku ini semua proses tersebut akhirnya berjalan dengan lancar. Alhamdulillah… (kami yakin ini semua terjadi karena doa’ dan restu yang diberikan kepada kami…)

berbagai cobaan dalam  proses persiapan pun tak kalah menariknya dengan berbagai kebahagiaan yang kami rasakan. namun Alhamdulillah, akhirnya atas seizin’NYA, semuanya dapat terselesaikan dengan baik….hidupku mang tak pernah luput dengan kehidupan bak “Rollercoaster” (:istillah yang selalu kugunakan dalam setiap menulis, untuk menggambarkan naik turunnya emosi dan perasaan, cobaan dan kegembiraan dalam kehidupanku).

for once in my life

for once in my life

Honeymoon? lewatlah sudah…karena honeymoon yang kami rencanakan pada awal mei 2009 pun harus kami tunda berkat hasil bahagia yang pada bulan sebelumnya kami dapatkan bahwa ada ‘malaikat kecil’ (: my baby boy)  yang saat ini ada dalam kehidupan kami..Alhamdulillah…

Bersyukur dan campur aduk rasanya :) Proses pacaran yang nyaris tidak ada, dan amanah yang langsung diberikan kepada kami, merupakan limpahan kasih sayang dari Allah SWT kepada kami yang harus selalu kami syukuri..

Alhamdulillah 27 November 2009 diiringi gema takbir hari raya Idul Adha pukul 06.38 wib, lahirlah putera kami ‘malaikat kecil’ yang selama ini selalu menjadi limpahan segala perasaanku, yang selalu setia menemaniku, yang selalu mengikuti irama langkahku…dan sejak saat itu hari-hariku terisi dengan tetesan air mata yang tiba-tiba menetes pada saat melihatnya tertidur pulas tersenyum dan menangis, mata bengkak, mandi sehari sekali, daster dan baju bau ompol dan susu, pinggang pegel, kaki bengkak, tangan kram :), rambut acak-kadul…fhuuiiih, subhanallah….(beberapa yang terakhir memang dasarnya jorok ibu’nya :))berbagai macam rasa kurasakan. minggu demi minggu, bahkan detik demi detik rollercoaster kehidupanku selalu menyelimuti’ku…

malaikat kecil'ku

malaikat kecil

dan yaaps…

akhirnya saat ini 28 januari 2010, sehari setelah ‘malaikat kecilku’ berusia 2 bulan aku mulai bisa kembali didepan dunia maya ini untuk menyeimbangkan hidupku, didampingi ‘malaikat kecil’ yang ada disampingku tertidur pulas dengan berbagai ekspresi yang dimilikinya.

Alhamdulillah, subhanallah dengan berbagai hal yang terjadi dalam kehidupanku. Tawa, tangis, perih, sesak, sakit dan berbagai rasa yang tak terelakkan dan terkatakan tumpah ruah dalam setiap detik kehidupanku.

matur sembah nuwun ya Allah….

saturday, saturday, and saturday

Monday, October 6th, 2008

The last day I can spend my whole day in this Koper kenangan raksasa. I’m a little bit sad, because I already enjoy staying here

Mulai dengan pagi yang gak begitu cerah,yang Alhamdulillahnya, semuanya bisa kubangun lagi mood pagi ini dengan membahagiakan diriku sendiri. Jalan-jalan disekitar hotel, room service dengan menu yummy and hot chocolate, dan langsung telpon-telpon, yang beberapa menit kemudian, diriku sudah berada dalam sebuah rumah yang langsung disambut dengan suasana hangatnya sampai sore, sekalian anter room ke airport buat balik ke bandara.

schedule hari ini judulnya adalah menikmati hari terakhirku disini. jadi gak ada schedule yang resmi kecuali malem ini, ada aqiqah arkan my little nephew. Jam tujuh abis makan malem dihotel, langsung ke sulawesi, yang ternyata udah buanyak banget tamu yang ada. Dari eyang, budhe pakde, oom tante, sepupu-sepupu, sampai tamu-tamu kantor oom. Begitu liat arkan yang lagi digendong ma auntie’ kecilnya, langsung naluri’ku buat gendong arkan muncul dengan semangat 45. Lucu banget, walaupun baru hadir didunia ini, aku yakin, dia bisa merasakan kasih sayang dari sekelilingnya. Disuruh maem ma mami, aku gak mau. yagh, menurutku kalo makan dirumah banyak, tapi kalo arkan dirumah gak ada. Oom’ pun bingung liat arkan yang dengan tenangnya ada digendonganku, sampai bisa bobo dengan nyenyaknya. Begitu dipindah tangan, langsung bangun dan rewel, begitu balik lagi ke gendonganku, langsung diem.

Banyak banget pemandangan yang lucu malem ini. Baik dari si arkan, yang di tengah tidurnya senyum dengan sangat manisnya…sampe parade rafif, kakak dan adek yang pergi bertiga terus bak tiga sekawan. I love them so much.

Setelah selesai dengan arkan yang berhasil di boboin di tempat tidur mungilnya, nyanyian L.O.V.E ‘ku yang diiringi musik yang bikin aku sebel gara-gara gak sesuai dengan beat yang kuminta, akhirnya tibalah aku dalam sebuah ‘wejangan’ diantara oom dan mami’ku. “…pokoknya kamu tetep berpegang teguh dengan ilmu ikhlas’mu selama ini yah. Insya Allah, Allah akan memberikan yang terbaik buat kamu. Semua udah ada jalan’Nya, kita manusia mengimani dan berusaha yang terbaik dalam hidup ini”.amien.

Mami dan oom adalah pasangan ideal dan salah satu contoh yang sangat kukagumi. Denger cerita dari eyang gimana perjuangan oom selama ini buat mami yang udah dijalanin sejak mereka ada dibangku SMA, gimana bisa kehidupan oom dan mami yang sangat harmonis dan mesra (u can imagine? Dalam usia yang udah punya cucu 2, sering aku liat mereka bercanda berdua layaknya pasangan yang lagi kasmaran), karier oom yang alhamdulillah maju pesat dengan menduduki posisi direktur utama 2 tahun berturut-turut disebuah institusi besar dan diakui bisa memberikan perubahan yang luar biasa, sampai akan dipromosikan lagi sebagai staff ahli, dan banyak hal lain yang membuatku merasa, inillah pasangan yang saling ada, saling mengisi, dan saling menguatkan satu sama lain, pasangan yang patut dijadikan contoh buat kita, dimana meskipun kami tahu oom dan mami punya masalah, tapi mereka dapat menyelesaikannya dan menghadapinya dengan indah.

Liat pemandangan dan ditunjukin berbagai macam hal malam ini, aku berdoa dalam hati untuk selalu dikuatkan, dan dimudahkan jalan, Insya Allah, aku juga akan mendapatkan imam’ku, anak-anak’ku, dan keluarga’ku yang membawaku kedalam surga dunia…amien amien amien…

halal bihalal

Thursday, October 2nd, 2008

Hari ini dan besok bisa dibilang sebagai halal bihalal day. hari ini dari pagi sampai siang halal bihalal trah (keluarga besar), dan malemnya halal bihalal lagi lebih ke keluarga besar kami.

Pagi hari semua sudah dipersiapkan. Tapi gak tau kenapa, mungkin memang udah waktunya aku mengistirahatkan badanku sejenak setelah kemaren kemaren terus menerus memforsir tanpa ada ampun. Persiapan udah dilakukan, jemputan udah nyampe depan, tapi setelah mau jemput papa mama dihotel, tiba-tiba perutku mulai kambuh lagi. Alhamdulillahnya papa mama bisa sangat mengerti kondisiku saat ini. Akhirnya aku nyerah gak ikut halal bihalal yang pagi, dan langsung pulang kerumah, dengan schedule tidur sepanjang hari.

Sore’ kebangun, karena mbak shas, kakak, ma adek udah langsung ketok kamarku dengan panggilan khas mereka. Selesai dengan mereka, mbak, cece dan adek’pun akhirnya ikutan masuk kamar, dan mulai ribet dengan urusan baju dan berbagai perlengkapannya. Yagh, menurut mereka, selain mama aku adalah orang yang terpercaya untuk urusan yang satu ini. Walaupun aku juga hanya berusaha tampil apa adanya, tapi untuk referensi dan pusat peminjaman ternyata tetap aku no satunya ?

Semuanya beres, akhirnya kami pun langsung menuju ke tempat halal bihalal keluarga kami yang riuh dengan berbagai macam cerita, tawa, tangis dan berbagai acara inti dan spontanitas yang menjadi perhatian utamanya. Sambutan, doa dan doa dari yang kung yang ditua’kan dikeluarga ini pun hadir satu persatu dengan diakhiri acara spontanitas dan adu kebolehan keluarga kami yang mayoritas adalah penyanyi dadakan. Yagh, acara spontanitas ini adalah acara yang ditunggu oleh keluarga besar kami. Karena walaupun kami bukan orang batak yang terkenal dengan suaranya yang merdu, namun bisa dibilang, keluarga kami termasuk yang tidak mau saling kalah untuk ‘memamerkan’ kebolehan masing-masing. Satu demi satu mempertunjukkan kebolehannya, mbak shas, adek dan kakak masih menjadi idola kami semua, apalagi mereka selalu ada di ‘panggungnya’. Keponakanku yang masih berusia 2 minggu pun lebih memilih menikmati malam ini dengan tidur di tempat tidur mungilnya, sedangkan kakaknya, mulai sibuk bermain dengan mbak shas, kakak dan adek.

Satu hal yang membuatku bahagia malam ini adalah dengan adek lelaki’ku yang termasuk kesayanganku diantara sepupu yang lain. Yagh, karena diantara sepupu yang ada, kami teman sebaya yang berada pada SD yang sama, dimana setiap saat aku akan selalu bersamanya, dirumah, disekolah, sampai tanteku pun kupanggil mami, karena aku sudah seperti anak sendiri baginya. Setiap eyang ada acara, pastillah cucunya yang akan diajak adalah kami berdua. Sepasang yang gak pernah mau pisah, dan bisa sangat pisah dengan papa mamanya ?. Karena jika dibandingkan dengan sepupu kami yang lain, kami adalah anak-anak yang mandiri ?. Sampai kami menginjak dewasa, dia’pun masih sangat kumanja. Teman wanitanya akan selalu kukenal. Kadang menjadi sahabatku. Dan jeleknya, banyak teman wanitanya akan cemburu padaku, karena dia akan mencontohkan apa yang aku lakukan kepada teman-teman wanitanya. Adek lelakiku adalah lelaki yang ganteng, rapi dan selalu memperhatikan penampilan. Sangat berbanding terbalik padaku, karena aku adalah wanita yang sangat simple, super duper tomboi dan hanya memperhatikan faktor kenyamanan. Pada suatu saat, ada wanita yang ‘menganggapku tidak ada’ pada sebuah antrian pada saat kami akan masuk universitas. Aku hanya menganggapnya biasa. Tapi ternyata adek lelakiku sangat tidak setuju dengan perlakuan wanita ini. Maka didekatinya aku, dan begitu wanita ini menoleh, adek lelaki’ku memperkenalkan aku kepada wanita ini. heran dan aneh bin ajaib, wanita ini langsung baik padaku. Yagh, adekku adalah lelaki ganteng dan tampan, yang banyak wanita akan rela meng’aku-aku’kan diri mereka sebagai kekasihnya, dan berbagai tindakan dan peng’aku’an lainnya yang kadang membuatku merinding dan bisa tergelak karena aku tau persis versi yang sebenarnya. kedekatan kami luar biasa. dimana dia ada, aku akan selalu meluangkan waktu ku. dan akhirnya sampai pada suatu saat adekku memutuskan untuk menikah. Pada saat sungkem ngabeken (berbakti) minta restu dan doa untuk melangsungkan ijabnya, kami berdua menangis tak tertahankan. Yagh, aku menangis bahagia sekaligus mengikhlaskan. Karena pelukan itu adalah pelukan terakhirku sebelum dia ‘kuserahkan’ kepada istrinya yang akan menjaganya dan menyayanginya. Karena aku mau adekku bahagia bersama orang yang menyayangi dan disayanginya.

Moment malam ini bersama dia adalah, disaat aku bisa gendong dan memangku anak pertama dan keduanya, dengan diiringi kalimat penghibur yang kuat, pada saat aku cerita ‘masa sakitku’ karena masa itu. Matanya dan dengan ucapannya “Terus dia mau apa lagi mbak?“ hanya dengan itu pun, aku bisa merasa tenang,dan tau dia tetap adekku, dan kami tetap ada walaupun semuanya sudah berjalan mengikuti pilihan hidup kami masing-masing. Alhamdulillah ya Allah, kau berikan hamba anugerah yang sedemikian besarnya. Matur nuwun Gusti Allah.

Perasaan seperti ini sering aku rasakan untuk orang-orang yang ada didekatku, didekat hatiku, yang selalu menguatkan dan membuktikan tahu’nya mereka dengan apa yang sebenarnya. Setiap kali, stiap saat, walaupun aku hanya bisa mendoa’kan, memberikan dan berusaha yang terbaik untuk orang-orang yang aku sayangi tanpa ahirnya aku harus selalu bertemu dengan mereka, mengucapkan sayang dan cinta setiap saat, selalu hadir dalam hidup mereka, mencengkeram dan selalu ada disisi mereka, dan selalu meneriakkan “hey, dia adalah sahabatku, dia adalah soulmate’ku” dan berbagai istillah dan panggilan lainnya untuk meng-claim kedekatan seseorang dengan yang lainnya yang malah akhirnya menyakiti sedemikian sakitnya…tapi alhamdulillah dan aku terus berharap, mereka my silent angel, tau apa yang sebenarnya ada dalam diriku, mereka tau bagaimana sayang dari seorang sahabat dengan artian yang sebenarnya.

Yagh, halal bihalal kali ini yang tidak hanya untuk seluruh keluarga besarku, tapi halal bihalal untuk kehidupan pribadiku dan untuk hatiku. Dimana aku harus berusaha ikhlas dan terus tawakal pada setiap jalan yang telah ditentukan Allah kepada kita.

Seperti apa yang dibilang papa pada satu dua patah diacara tadi adalah; Allah sayang kepada kita  dengan doa yang dikabulkannya, Allah sayang kepada kita dengan doa yang ditunda’nya, Allah sayang kepada kita dengan doa yang tidak dikabulkannya, karena Allah mempunyai rencana lain yang lebih baik dan indah untuk kita.

Eid Mubarak

Thursday, October 2nd, 2008

Allahu akbar, Allahhu akbar, wa’lillahilham….

Alhamdulillah puji syukur hamba panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah magfiroohnya kepada kita,sampai kita diperkenankan melaksanakan sholat idul fitri 1429 H tahun ini. Alhamdulillah….

Taqabalallahu minna wa minkum
Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin atas semua kesalahan dan kekhilafan.

Semuanya berjalan dengan sangat indah. Sholat ied di alun alun utara ritual yang selalu dilakukan, membawa suasana tersendiri hari ini. Berkumpul bersama dengan semua, membawa sujud syukur pada’MU yang Allah. Satu hal yang hilang kali ini adalah yang kung , yang telah meninggalkan kami semua satu tahun yang lalu, khusnul khotimah. Beliau meninggal dengan tenangnya dalam usia 97 tahun setelah menjalankan ibadah sholat isya’ dalam kondisinya yang saat itu sangat lemah. Semoga arwah beliau diterima disisi Allah SWT. amien. Dan tak henti-hentinya hamba mohon kepada’Mu ya Allah, agar dapat memberikan umur yang panjang buat yang kung dan yang uti dalam keadaan yang sehat wal’afiat dunia dan akhirat.

satu pertanyaan yang membuatku sedih adalah setiap kali yang uti bilang “buruan nikah ya nak, jadi eyang masih bisa nungguin kamu”, bahkan pada saat malam takbiran…(eyang semoga cucumu ini bisa memberikan kebahagian buat eyang yah…..amien).

Setelah sholat seperti biasa kami langsung kerumah, sungkem dan langsung menuju ke rumah yang kung yang uti. Disana keadaan pun masih sangat sepi, semua masih belum berkumpul. Kami, adek dan tante akhirnya membereskan semua persiapan, karena eyang adalah yang ditua’kan dan alhamdulillah masih ada. Sehingga tamu dan keluarga akan selalu mengunjungi beliau berdua.

Satu persatu mulai berdatangan sanak saudara kami dengan banyak cerita, banyak perkembangan yang sudah terlihat disana sininya. Ada yang sudah mempunyai anak, ada yang baru mengandung, ada yang sudah dan belum bekerja, dan yang membuatku sangat terkesima adalah, ada beberapa keponakanku yang waktu lalu masih sering aku gendong dan aku ajak main, saat ini mereka sudah sangat besar dan udah kuliah. Banyak yang tersenyum padaku pada saat aku masih belum bisa menghilangkan keherananku “ini tantenya yang awet muda, gak sadar umur, ato keponakan yang salah udah terlalu besar? ” bukan cuman ini saja yang terjadi hari ini, karena selain udah pada besar, bahkan aku sekarang udah jadi eyang uti. Hehehhehehehe

Yagh bagaimanapun juga, satu hal yang pasti bisa kupelajari saat ini adalah, bahwa hidup terus berjalan. Kita sebagai manusia menjalankan dan berusaha dengan apa yang telah digariskan Allah SWT sebaik-baiknya dan selalu berada di jalan”Nya dengan ikhlas, dan bersyukur atas apapun yang telah, sedang dan akan terjadi dalam kehidupan kita.

Allahhu Akbar …Allahhu Akbar…..walillahilham..

malam takbiran…

Thursday, October 2nd, 2008

Alhamdulillah, pagi ini bisa sujud syukur dan pamit ma bulan Ramadhan tahun ini dalam iktikaf ku yang terakhir. Alhamdulillah aku bisa melaksanakan iktikaf ini seminggu penuh. namun entah kenapa, perasaan sedih meninggalkan bulan Ramadhan ini lebih terasa tahun ini.

Dalam iktikafku pagi ini, ada suasana yang lain kudapatkan. Berada dalam masjid ini, teringat jaman dulu, dimana kami hanya melakukan sholat terawih dan melaksanakan iktikaf karena ‘sedikit paksaan’. Namun Alhamdulillah, saat ini masih dimasjid yang sama, dengan formasi yang sama, kami membelah malam ini bertiga menuju malam iktikaf terakhir kami, dengan suasana yang hening dan khidmat, dan aku khususnya melakukannya tanpa ada paksaan.

Selain suasana hening yang kudapatkan, dilingkungan masjid ini, ternyata ada suasana baru yang mengusikku pada saat mendekati waktu imsak. Yaitu instumen musik yang dilakukan untuk membangunkan masyarakat yang ada disekitar masjid untuk melaksanakan sahur. Instrumen musik ini baru pertama kalinya kudengar disini. Dikota’ku tidak pernah terdengar instrumen semeriah ini untuk membangunkan masyarakat bangun sahur. Subhanalloh, bersyukur aku bisa menikmati suasana ramadhan ini dengan lengkap. Instrumen yang dilakukan dengan menggunakan peralatan ‘apa adanya’ mereka persiapkan dan sesuaikan sendiri dengan kemauan mereka dan sesuai dengan irama yang akan mereka mainkan. Instrumen inillah yang akhirnya mengiringi perjalanan kami bertiga kerumah.

perjalanan hariku terus berjalan dengan berbagai keadaan yang ada. Alhamdulillah, ketenangan demi ketenangan yang kuragukan sebelumnya ada selama aku berada di koper kenangan terbesarku ini, ternyata malah terus menyelimutiku. dengan suara dan polah tingkah mbak, kakak ma adek yang bersuka cita dengan kelinci anggoranya, suara yang riuh ramai, teriakan kekhawatiran dan kasih sayang yang tersirat pada setiap saat yang ada, semakin membuat rumah ini menjadi sangat hidup.

Alhamdulillah, disini suasana pun kembali kurasakan seperti pada saat masa kecilku. malam takbiran pada saat kami harus membagikan zakat fitrah kami, suara takbir yang diserukan yang kung, dan semua saudara yang berkumpul, suara takbir yang ada dijalan kecil rumah eyang pun selalu diiringi dengan berhamburannya langkah kecil anak-anakku dengan dihiasi terangnya sinar kembang api yang beraneka macam lainnya, mengingatkan kembali, pada masa kecil kami….Subhanallah ya Allah, semua telah berjalan dengan indahnya.

awal ini…

Wednesday, October 1st, 2008

Pulang lebaran kali ini ternyata banyak mengundang cerita. Hampir 2 tahun aku lebih memilih untuk tetap tak beranjak, karena pulang lebaran berarti pulang ke sebuah koper kenangan terbesar yang selama ini sangat kuhindari. Yagh, menghindari masa itu dengan terus bersembunyi dalam sebuah lingkungan yang jauh dari segalanya. Keraguan dan kegelisahanku, apakah aku mampu dan bisa melihat koper kenangan yang sedemikian besarnya ini, cerita yang tiba-tiba hadir sebelum aku berangkat,sampai cerita yang menyambutku pada saat aku baru tiba membuatku merasa berat dan sesak, untuk menahan semua rasa ini.

Dari sang burung besi itu aku pun akhirnya turun, sampai pada akhirnya mengendarai kereta kencana silverku, dengan disambut senyuman dan tatapan usil dari sosok mungil yang saat ini ternyata telah dewasa dan berhasil membuatku terkesima. Yagh, akhirnya aku sudah berada disebuah koper raksasa terbesar yang harus kuhadapi dengan pengharapanku untuk melihatnya ada disini, dan terlintas dalam setiap diam dan lamunanku.

Cerita demi cerita pun akhirnya mengalir. pertama, ternyata saat ini selain kamboja bougenville,joglo dan berbagai koleksi mobil yang gak pernah tersentuh, keluarga kami saat ini bertambah, dengan hadirnya 20an kelinci anggora. Yaps. Kelinci anggora yang bentuknya menyerupai kucing anggora yang lucu dengan bulunya yang panjang dan beraneka warnanya itu ada dihalaman joglo kami. Hmmm pemandangan yang menjadi salah satu hal yang kurindukan diantara kehidupan yang sedemikian padatnya dikotaku. Kedua, ternyata aku sudah menjadi seorang budhe dengan 2 pasang keponakan. Ketiga, siap-siaplah aku untuk dilompati lagi dengan adekku yang lain, yang lebaran ini akan melangsukan lamaran dengan kekasih hatinya. Keempat, adekku yang lainnya lagi, ternyata sudah mengandung 4 bulan.

Pada awal ini di koper raksasa terbesarku banyak hal yang telah kudapati, dengan semua yang ada diantarnya tercipta sebuah mozaik cantik dari semua koleksi fotoku, beserta dengan coretan wajahku sebagai hadiah ulangtahun dari adinda. Alhamdulillah ya Allah…ternyata hamba bisa melewati hari ini dengan tenang didalam sebuah koper kenangan raksasa yang selama ini berusaha hamba hindari.

“bagaimana kamu akan mengetahui batas kemampuan’mu, jika kamu tidak pernah mau untuk mencoba dan berusaha?”