January 30th, 2010

feel so sad. I’m afraid can’t control this feeling, emotionally one.that can makes everything getting worse and in trouble if I blow it up…

Ya Allah, kuatkanlah dan jagalah hati, Perasaan dan pikiran hamba ya Allah…
Ini adalah musuh terbesar dalam diri dan hidup hamba…

Hamba takut ya Allah…
Berilah senyum itu, berilah kelapangan dan keikhlasan itu, berilah ketenangan itu ya Allah…

Astagfiruloh’haladzim….

January 30th, 2010

P O S I T I V E     T H I N K I N G

January 28th, 2010

memulai kembali sesuatu yang dulu pernah ada dalam kehidupan sehari-hari kita, terasa lebih ‘berat’ jika dibandingkan dengan memulai sesuatu hal yang benar-benar baru. (’berat’: susah, janggal, aneh, harus dibiasakan kembali berulang-ulang). Seperti kondisiku saat ini, dimana aku berusaha untuk kembali pada ’shantiadewi’(:menulis dan blog) ku yang sudah hampir satu tahun kutinggalkan.

dengan tingkat mobilitas, dan fasilitas yang semakin minim, dulu ada laptop kecil yang bisa aku bawa kemana aja aku mau, fasilitas dikantor yang terbuka lebar, waktu yang banyak bisa kugunakan untuk terus berkutat didepan dunia maya ini :) (hahahahahha….pastillah banyak alasan yang selalu digunakan untuk menghindari kata ‘pemalas’ dan ‘angot-angotan’). tapi kesemuanya ini mungkin bisa dibilang lebih tepatnya terhenti karena inspirasi dan keinginan bersama ’shantiadewi’ yang lumayan turun drastis dalam kurun waktu satu tahun ini dikarenakan banyak hal yang telah menjadi pilihanku seperti apa yang telah kuungkapkan pada post sebelumnya (read:…back to…).

awalnya adalah ;

pada 13 Maret 2009 alhamdulillah pernikahanku dengan seorang lelaki yang telah dikirimkan Allah SWT dan  dipercaya untuk mendapatkan limpahan amanah orangtua’ku terjadi. Dengan pertemuan, awal cerita perkenalan dan proses persiapan yang sangat singkat, alhamdulillah pernikahan kami berjalan dengan lancar.  Bertemu pada bulan november 2008 akhir, ketemu 3 kali makan siang itupun dengan kondisi dan suasana rame (serombongan), akhirnya pada awal desember lelakiku meminangku. dan dengan singkat cerita melalui proses ta’aruf dan sholat malam, dan dengan keyakinan insya Allah inillah lelaki yang telah dikirimkan Allah SWT kepadaku, akhirnya proses yang tadinya diniatkan untuk perkenalan keluarga 8 desember 2009, di gunakan tanpa ragu sedikitpun oleh lelakiku untuk langsung meminangku dihadapan keluarga besar kami. ditengah keterkejutan keluarga besar kami, dan linangan air mata yang tiba-tiba menetes dari mataku ini semua proses tersebut akhirnya berjalan dengan lancar. Alhamdulillah… (kami yakin ini semua terjadi karena doa’ dan restu yang diberikan kepada kami…)

berbagai cobaan dalam  proses persiapan pun tak kalah menariknya dengan berbagai kebahagiaan yang kami rasakan. namun Alhamdulillah, akhirnya atas seizin’NYA, semuanya dapat terselesaikan dengan baik….hidupku mang tak pernah luput dengan kehidupan bak “Rollercoaster” (:istillah yang selalu kugunakan dalam setiap menulis, untuk menggambarkan naik turunnya emosi dan perasaan, cobaan dan kegembiraan dalam kehidupanku).

for once in my life

for once in my life

Honeymoon? lewatlah sudah…karena honeymoon yang kami rencanakan pada awal mei 2009 pun harus kami tunda berkat hasil bahagia yang pada bulan sebelumnya kami dapatkan bahwa ada ‘malaikat kecil’ (: my baby boy)  yang saat ini ada dalam kehidupan kami..Alhamdulillah…

Bersyukur dan campur aduk rasanya :) Proses pacaran yang nyaris tidak ada, dan amanah yang langsung diberikan kepada kami, merupakan limpahan kasih sayang dari Allah SWT kepada kami yang harus selalu kami syukuri..

Alhamdulillah 27 November 2009 diiringi gema takbir hari raya Idul Adha pukul 06.38 wib, lahirlah putera kami ‘malaikat kecil’ yang selama ini selalu menjadi limpahan segala perasaanku, yang selalu setia menemaniku, yang selalu mengikuti irama langkahku…dan sejak saat itu hari-hariku terisi dengan tetesan air mata yang tiba-tiba menetes pada saat melihatnya tertidur pulas tersenyum dan menangis, mata bengkak, mandi sehari sekali, daster dan baju bau ompol dan susu, pinggang pegel, kaki bengkak, tangan kram :), rambut acak-kadul…fhuuiiih, subhanallah….(beberapa yang terakhir memang dasarnya jorok ibu’nya :))berbagai macam rasa kurasakan. minggu demi minggu, bahkan detik demi detik rollercoaster kehidupanku selalu menyelimuti’ku…

malaikat kecil'ku

malaikat kecil

dan yaaps…

akhirnya saat ini 28 januari 2010, sehari setelah ‘malaikat kecilku’ berusia 2 bulan aku mulai bisa kembali didepan dunia maya ini untuk menyeimbangkan hidupku, didampingi ‘malaikat kecil’ yang ada disampingku tertidur pulas dengan berbagai ekspresi yang dimilikinya.

Alhamdulillah, subhanallah dengan berbagai hal yang terjadi dalam kehidupanku. Tawa, tangis, perih, sesak, sakit dan berbagai rasa yang tak terelakkan dan terkatakan tumpah ruah dalam setiap detik kehidupanku.

matur sembah nuwun ya Allah….

…back to…

June 8th, 2009

sembari menunggu waktu yang hendak membawaku ke istana kami, akhirnya aku pun mulai sedikit demi sedikit memulai kembali aktivitas’ku yang setelah sekian lama gak pernah sama sekali kusentuh lagi…blog walking :)

yaps….browse, baca dan berusaha untuk kembali nulis dengan berbagai cerita dan nyanyian merduku tentang kehidupan “rollercoasterku” ini. at least saat ini, aku kembali bisa ‘mengintipnya’ kembali dan menemukan dunia yang kurindukan namun ku ‘tak mampu’ lagi untuk memulai’nya…

kalo kata’ ifan…”Go, and Go…kamu pasti bisa nulis lagi ya’….” yang kusambut dengan senyuman dan tanpa bisa dilihatnya pada saat itu, karena samasekali aku gak tau kenapa bisa semuanya ’sembunyi’ energi yang ada selama ini??

banyak sudah draft yang ada dalam blog ini, tapi semakin aku baca, semakin aku gak mau menekan cursor ini ke “publish” item… :) satu sisi aku menjerit please…bring it back to me…that soul, that energy, that passion….to write and express my feeling… :) tapi ada sisi lain yang lebih berat yang kurasakan saat ini dimana aku ‘berat’ untuk membuka internet, berdialog dan sibuk dengan layar maya yang ada didepanku…

mungkin sisi itu adalah sisi dimana aku saat ini telah memiliki dan mendapatkan ‘rumah’ku? dimana saat ini, aku ingin lebih menikmati waktu’ku didalamnya…bersama dengan cinta kami yang setiap saat kulihat dan kurasakan kehadirannya….? begitu mendengar denyut jantungnya…subhanaalah dan syukur ku ucapkan kepada’NYA?

yaps..teteup shantiadewi ternyata aku ini…yang selalu tidak pernah mau melewatkan dan mengindahkan sedikitpun waktu yang ingin dinikmatinnya…bahkan sedetikpun..untuk hal lain yang ada diluarnya. karena aku yakin, waktu akan terus berjalan…dimana jika sudah saatnya, akan kubagi kembali dalam kehidupanku….

FOR ONCE IN MY LIFE

June 8th, 2009

For once in my life I have someone who needs me
Someone I’ve needed so long
For once, unafraid, I can go where life leads me
Somehow I know I’ll be strong

For once I can touch what my heart used to dream of
Long before I knew
Oooh Someone warm like you
Would make my dream come true

Yeah yeah yeah

For once in my life I won’t let sorrow hurt me
Not like it hurt me before
For once, I have something I know won’t desert me
I’m not alone anymore

For once, I can say, this is mine, you can’t take it
As long as I know I have love, I can make it
For once in my life, I have someone who needs me

HE He He Hey yeah
ooh baby ooh baby

For once in my life I won’t let sorrow hurt me
Not like it hurt me before
For once, I have something I know won’t desert me
I’m not alone anymore

For once, I can say, this is mine, you can’t take it
Long as I know I have love, I can make it
For once in my life, I have someone who needs me

For once in my life
Yeah Somebody like my
Ooh baby

…………………………………………………………………….by Stevie wonder

……

May 1st, 2009

“…tolong liat dengan mata hati kamu dan rasakan..janganlah kau berucap dan memaksakan diri untuk berkata apa-apa jika kau tidak mampu mengungkapkannya …karena terkadang komunikasi membuat kesalahpahaman sering terjadi..”

nice lesson….

April 15th, 2009

“I’m a novelist. My work is human nature. Real life is all I know. Don’t ever confuse the two, your life and your work. You will walk out of here this afternoon with only one thing that no one else has. There will be hundreds of people out there with your same degree: there will be thousands of people doing what you want to do for a living. But you will be the only person alive who has sole custody of your life. Your particular life. Your entire life. Not just your life at a desk or your life on a bus or in a car or at the computer. Not just the life of your mind, but the life of your heart. Not just your bank accounts but also your soul.

People don’t talk about the soul very much anymore. It’s so much easier to write a resume than to craft a spirit. But a resume is cold comfort on a winter’s night, or when you’re sad, or broke, or lonely, or when you’ve received your test results and they’re not so good.

Here is my resume: I am a good mother to three children. I have tried never to let my work stand in the way of being a good parent. I no longer consider myself the centre of the universe. I show up. I listen. I try to laugh. I am a good friend to my husband. I have tried to make marriage vows mean what they say. I am a good friend to my friends and them to me. Without them, there would be nothing to say to you today, because I would be a cardboard cut out. But I call them on the phone and I meet them for lunch. I would be rotten, at best mediocre, at my job if those other things were not true.

You cannot be really first rate at your work if your work is all you are. So here’s what I wanted to tell you today: Get a life. A real life, not a manic pursuit of the next promotion, the bigger pay cheque, the larger house. Do you think you’d care so very much about those things if you blew an aneurysm one afternoon or found a lump in your breast?

Get a life in which you notice the smell of salt water pushing itself on a breeze at the seaside, a life in which you stop and watch how a red-tailed hawk circles over the water, or the way a baby scowls with concentration when she tries to pick up a sweet with her thumb and first finger.

Get a life in which you are not alone. Find people you love, and who love you. And remember that love is not leisure, it is work. Pick up the phone. Send an email. Write a letter. Get a life in which you are generous. And realize that life is the best thing ever, and that you have no business taking it for granted. Care so deeply about its goodness that you want to spread it around. Take money you would have spent on beer and give it to charity. Work in a soup kitchen. Be a big brother or sister. All of you want to do well. But if you do not do good too, then doing well will never be enough.

It is so easy to waste our lives, our days, our hours, and our minutes. It is so easy to take for granted the colour of our kids’ eyes, the way the melody in a symphony rises and falls and disappears and rises again. It is so easy to exist instead of to live.

I learned to live many years ago. I learned to love the journey, not the destination. I learned that it is not a dress rehearsal, and that today is the only guarantee you get. I learned to look at all the good in the world and try to give some of it back because I believed in it, completely and utterly. And I tried to do that, in part, by telling others what I had learned. By telling them this: Consider the lilies of the field. Look at the fuzz on a baby’s ear. Read in the back yard with the sun on your face.

Learn to be happy. And think of life as a terminal illness, because if you do, you will live it with joy and passion as it ought to be lived”.

This was a speech made by Pulitzer Prize-winning author, Anna Quindlen

at the graduation ceremony of an American university where she was awarded an Honorary PhD.

post yang tertunda sejak beberapa bulan lalu…

March 24th, 2009

berbagai kejadian demi kejadian akan selalu ada dalam kehidupan kita. satu quate yang paling menarik beberapa minggu lalu aku dapatkan dari seorang direktur yang sangat humble dan menyenangkan, kudapatkan disebuah lounge pada saat menunggu burung bajaku menuju ke sebuah awal journey perjalananku menuju ke koper kenangan raksasaku;

“ya’…dalam dunia ini gak ada sesuatu yang berjalan secara kebetulan. semua sudah direncanakan dan diatur oleh Allah SWT”…

saat mendengarnya aku hanya menganggapnya sebagai sebuah obrolan kecil kami yang memang terkadang tak luput dari acara canda tawa yang berkisar dari capital market sampai hal-hal kecil yang ada didalam lingkungan kami.

namun setelah kutelusuri lagi setiap perjalananku, kutelusuri dalam hatiku, kutelusuri dalam setiap memory kenanganku, dan kutelusuri dalam setiap detak jantungku, memang benar adanya quate yang telah diucapkannya saat itu…bahwa apapun yang ada dalam kehidupan kita selama ini, tidaklah berjalan secara tidak sengaja, dan kebetulan. semuanya berjalan karena memang sudah diatur oleh Allah SWT dan pastinya karena seijin’NYA.

perjalananku pada masa lalu, membawa banyak perubahan dan membawaku melangkah melalui jalan yang ada saat ini. cerita demi cerita, jalan demi jalan yang kurasakan saat itu, ternyata membawa sesuatu pada hidupku saat ini, yang pastinya semuanya tidak berjalan karena kebetulan, karena kuyakin semunya telah diatur oleh’NYA.

pekerjaanku saat ini, adalah pekerjaan yang waktu itu aku indahkan dan abaikan karena aku lebih memilih proses memasuki kehidupan baruku bersama pangeranku. pekerjaan yang akhirnya kutinggalkan karena ketentuan-ketentuan yang tidak dapat kuikuti karena komitmen dan skala prioritas yang telah kupilih untuk hidup bersamanya..namun tapak demi setapak jalan yang kulalui, tidak menuju pada persinggahanku saat itu. karena banyak batu-batu besar yang menghalangi langkahku sehingga aku tidak mencapai persinggahanku saat itu yang hanya tinggal sesaat. jangankan untuk melangkah, bernafas dan melihat apa yang ada didepanku saat itu pun aku tak mampu…

namun ternyata batu besar itu telah menyelamatkanku dari sebuah jurang yang cukup dalam, yang jika tidak ada batu besar itu dan ku terus lanjutkan perjalananku menuju persinggahan itu, maka aku saat ini tidak ada disini, dengan rumah yang meskipun sederhana, namun nyaman, indah, tentram dan sangat menyejukkan…

…semua cerita dan rentetan peristiwa demi peristiwa yang ada saat ini pun, akan membawaku ke masa depanku…

bismillah…semuanya kujalani dengan nawaitu yang kutujukan hanya kepada’NYA.

you make me feel brand new

March 24th, 2009

My love
I’ll never find the words, my love
To tell you how I feel, my love
Mere words could not explain
Precious love
You held my life within your hands
Created everything I am
You taught me how to live again
Only you
Cared when I needed a friend
Believed in me through thick and thin
This song is for you
Filled with gratitude and love
God bless you
You make me feel brand new
For God blessed me with you
You made me feel brand new
I sing this song ’cause you
You make me feel brand new

My love
Whenever I was insecure
You built me up and made me sure
You gave my pride back to me
Precious friend
With you I’ll always have a friend
Someone who I can depend
To walk a path that sometimes bends
Without you
Life has no meaning or rhyme
Like notes to a song out of time
How can I repay
You for having faith in me
God bless you
You make me feel brand new
For God blessed me with you
You made me feel brand new
I sing this song ’cause you
You make me feel brand new

Love u..

with the simple way, with all of you…

first…

March 23rd, 2009

it’s really difficult after a lot of things already happened in my life.

now, i’m trying hard to write something after i’ve got a path of my life, that can change my life to step up to the next step of this life.

Banyak yang tidak akan pernah mengerti apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupanku saat ini..

Banyak yang akan merasa terkejut karena banyaknya keputusan dalam sebuah pemilihan langkah hidup yang harus kuputuskan dalam hidup ini..

Banyak berkah, anugrah, kemudahan dan terbukanya jalan yang ada didepan setiap langkah yang kuambil dan kujadikan sebagai langkah ‘hati-hati’ dan sebagai ‘cobaan’ dalam memasuki langkah kehidupanku selanjutnya..

Bismillah…mungkin ini bisa dibilang sebagai langkah’ku untuk menuju di jalan Allah..memasuki sebuah kehidupan yang dipenuhi restu, ridho dengan apa yang kuambil dan kuputuskan dalam kehidupanku ini, sebagai bekal kekuatanku, sebagai bekal pijakanku dan acuanku…

Aku bukanlah anak yang sempurna, bukanlah adik yang sempurna, bukanlah teman dan sahabat yang sempurna, bukanlah umat yang sempurna, bukanlah manusia yang sempurna, bukanlah seorang yang sempurna…tapi Insya Allah, aku ingin mencapai yang terbaik dalam kehidupanku di dunia dan diakhirat..

satu hal yang membuatku akhirnya memutuskan semua ini…masa demi masa yang terjadi, kejadian demi kejadian yang terjadi dalam kehidupanku, kehidupan disekelilingku, kehidupan didepanku, dan kehidupan di masa laluku…

Semua terbuka dengan ‘indahnya’ setelah tingkat kepasrahan dan ikhtiar yang kulakukan terhadap apa yang terjadi dalam kehidupanku..ta’aruf pun kulakukan setelah pinangan itu disampaikan…dan kuputuskan pada sujud malamku untuk diberikan yang terbaik dunia dan akhirat, dilancarkan, dibukakan, dan ditunjukkan dengan segala kekuatan yang dimiliki untuk mendapatkan keridho’an Mu Ya Allah….

Penyempurnaan ibadah itullah yang keluar darinya…restu dan doa dari bapak mama, eyang dan keluarga yang terucap pada malam itu yang semakin menguatkanku…dan Bismillah’hiroohman’nirrohim…

Menjadikan ini menjadi keluarga Sakinnah Mawwadah Warrohmah dan Barakallah kekuatanku..ditengah semua proses yang pasti akan terus berjalan, masa demi masa nantinya..

Setiap titik air mata, kesedihan dan kebahagian adalah kekuatanku..

Setiap perih, sedih dan bahagia yang kurasakan untuk setiap wujud ketidaksempurnaanku

Kasih sayang, cinta, kesetiaan, saling menjaga, mengerti, menguatkan, memahami, merasakan, saling dan semua yang ada wujud dari ridho dan kasih sayang’MU ya Allah…